Jumat, 06 Februari 2015

jenis-jenis surat



Jenis- jenis surat
Surat diklasifikasikan berdasarkan hal-hal berikut :
a) Berdasarkan sifatnya
1. Surat pribadi, adalah surat yang ditulis oleh seseorang yang isinya menyangkut isi pribadi.
2. Surat dinas, adalah surat yang dibuat oleh instansi pemerintah atau swasta yang isinya berhubungan dengan kedinasan.
3. Surat sosial, adalah surat yang berisi kepentingan sosial dan dibuat oleh lembaga-lembaga sosial.
4. Surat niaga / bisnis, adalah surat yang dibuat oleh suatu badan usaha atau perusahaan yang berisi mengenai masalah perdagangan / bisnis atau jual beli.
b) Berdasarkan wujud surat
1. Surat bersampul, adalah surat yang dikirimkan kepada seseorang dengan menggunakan sampul surat.
2. Surat memorandum (memo) dan nota.
a. Memo adalah catatan singkat yang dibuat oleh pejabat atasan yang ditujukan kepada bawahan atau sebaliknya atau antar pejabat setingkat dan biasa bersifat informal.
b. Nota adalah catatan singkat yang dibuat oleh pejabatan atasan ditujukan kepada bawahan yang isinya bersifat formal.
3. Telegram, adalah surat yang berisikan pesan yang relatif singkat yang dikirim menggunakan bantuan pesawat telegram.
4. Kartu pos, adalah surat terbuka yang terbuat dari kertas yang berukuran 10x15 Cm.
5. Warkat pos, adalah surat tertutup yang terbuat dari sehelai kertas.
c) Berdasarkan keamanan isinya
1. Surat biasa, adalah surat yang tidak menimbulkan suatu akibat tertentu apabila isinya diketahui oleh orang lain.
2. Surat rahasia, adalah surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain. Cara pengirimannya menggunakan 2 sampul. Sampul pertama di beri kode R atau RHS, dan sampul kedua ditulis alamat yang dituju.
3. Surat sangat rahsia, adalah surat surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain, biasanya berkaitan dengan keamanan suatu Negara. Cara pengirimannya menggunakan 3 sampul. Sampul pertama dan sampul kedua diberi kode SR atau SRHS, dan sampul ketiga ditulis alamat yang dituju.
4. Surat konfidensial, adalah surat yang isinya hanya boleh diketahui oleh orang yang bersangkutan
d) Berdasarkan banyaknya sasaran yang akan dicapai :
1. Surat biasa, adalah surat yang dikirimkan kepada satu orang, organisasi, atau alamat yang tertulis dalam sampul.
2. Surat edaran, adalah surat yang ditujukan kepada banyak orang atau masyarakat umum.
3. Surat pengumuman, adalah surat yang ditujukan kepada beberapa orang, instansi, atau pihak lain yang namanya terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu.
e) Berdasarkan proses penyelesaiannya :
1. Surat sangat segera, adalah surat yang pesannya harus dapat disampaikan kepada penerima surat secepat mungkin.
2. Surat segera, adalah surat yang tidak harus dikerjakan atau ditanggapi dengan cepat seperti pada surat sangat segera.
3. Surat biasa adalah surat yang isinya tidak memerlukan jawaban/ penyelesaian yang secepatnya, tetapi perlu diselesaikan berdasarkan urutan kedatangannya

Alasan Wanita selalu memberi lebih kepada wanita



Wanita selalu memberi lebih untuk pria

aku bertanya kepada 8 teman wanitaku, apakah disaat wanita meminta putus dari seorang pria, apakah di dalam lubuk hatinya masih terdapat rasa sayang atau tidak..??
banyak teman wanitaku menjawab tergantung.
Lalu aku bertanya kembali, mengapa tergantung??? Apakah di dalam hatinya masih terdapat rasa sayang walaupun hanya setetes air???
3 teman wanitaku menjawab, karna seorang wanita itu kalau meminta putus kepada pria pake alasan tertentu,  karna ada dua alasan yang memang berbeda. Pertama karna memang dia sudah tidak sayang atau bosen, itu semua terjadi karna mungkin wanita cape dan tidak bisa ngatasi pria. kedua bisa jadi wanita minta putus karna demi kebahagiaan pria, entah apa maksud yang tepat.
Aku bertanya kembali, lantas kalau dia cape dan tidak bisa mengatasi pria bagaimana perjuangan, pengorbanan, cinta dan kasih sayang yang selama ini pria berikan kepada wanita???
Satu teman wanitaku menjawab, kalau pria selama berhubungan sama wanita terus dia masih ngebahas soal perjuangan pria ke wanita, pengorbanan pria ke wanita,cinta dan kasih sayang pria ke wanita, berarti selama ini pria tidak ikhlas kasih itu semua ke wanita. Ikhlas itu seperti surat Al-ikhlas yang tidak ada kata ikhlas didalamnya, selama ikhlas masih terucap, itu berarti belum ikhlas, karena hanya wanita yang ikhlas,yang senantiasa berbuat tanpa pernah menyebut keikhlasan.

Ingatlah bahwa wanita tercipta dari tulang rusuk pria, bukan dari tulang kepala karna wanita bukan untuk menjadi pemimpin pria.
Bukan juga dari tulang kaki karna wanita bukan alas kaki pria.
Wanita tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati.
Karena wanita akan terlelap dalam dekapan pria.
Karena wanita tahu dari sana dia berasal.

Wanita hanya butuh pengertian.

Pradana Aldy alamsyah

Makalah Keuangan



PENGANTAR KEUANGAN

PENGERTIAN ADMINISTRASI KEUANGAN


314336_13.jpg


KELOMPOK 1


Nama Kelompok :
1.       Atikah
2.      Kristina Lamsihar
3.       Lia Afria Sari
4.       Meriyanti
5.       Purnama Alam
6.       Rahma Susetia

SMK NEGERI 2 KAB. TANGERANG
2014/2015


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah swt., yang berkat rahmat dan karunia-Nya-lah saya dapat menyelesaikan laporan kunjungan industri ini. Shalawat dan salam tak lupa saya sampaikan kepada rasulullah saw, yang dengan perantarannya-lah kita semua dapat merasakan nikmatnya kehidupan.
Saya berharap dengan adannya laporan kunjungan industri ini bisa membantu pembaca untuk mengetahui profil dan produk-produk bank mandiri.
Saya menyadari bahwa laporan kunjungan industri ini tidak luput dari kekurangan, karena kesempurnaan hanyalah milik allah semata. Oleh karena itu, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

                                                                                                       Salam hormat,


                                                                                                            Penulis.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang................................................................................................. 4
B.  Rumusan Masalah............................................................................................ 5
C.  Tujuan.............................................................................................................. 5
BAB II
PEMBAHASAN
1.  pengertian Administrasi Perkantoran............................................................... 6
2.  Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli..................................... 6
3. Sistem Administrasi Perkantoran ..................................................................... 9
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................ 16
Kritik & Saran                                                                                                        17
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 18

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Proses administrasi itu timbul apabila ada sekelompok manusia hendak mencapai tujuaannya secara kerja sama.  Drs.  The Liang Gie mengemukakan bahwa: “Segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu dapat disebut dengan satu istilah, yaitu Administrasi”.  Proses ini dimulai dari saat penentuan suatu tujuan dan berakhir pada tercapainya tujuan tersebut.
Dalam kehidupan maju dan modern, bagi manusia secara perseorangan atau secara bersama-sama dalam sebuah organisasi, yang bermaksud melaksanakan kegiatan, sudah sangat sulit menemukan sesuatu yang dapat melepaskan diri dari aspek yang berhubungan dengan keuangan.  Semakin besar kegiatan yang ingin atau akan diwujudkan guna mencapai suatu tujuan tertentu, maka semakin besar pula dana/uang yang diperlukan.  Kenyataan seperti itu di lingkungan suatu organisasi memerlukan perhatian khusus dan serius dari setiap pimpinan dan semua personel di lingkungannya.
Masalah yang dihadapi oleh setiap organisasi bukan saja mengenai penggunaan uang yang berdaya guna dan berhasil guna secara maksimal, tetapi juga mengenai upaya pengadaan yang biasanya bukanlah persoalan yang mudah.  Pengelolaan keuangan bagi organisasi tersebut, menyentuh kelangsungan hidup atau merupakan faktor yang menentukan hidup atau matinya, didalam kehidupan modern yang berisi persaingan yang keras dan ketat.  Karena peranan faktor uang yang sangat penting, maka akan dibahas lebih lanjut mengenai administrasi keuangan.





B.     Rumusan Masalah
1.      Apa  yang dimaksud dengan administrasi keuangan?
2.      Bagaimana Sistem Administrasi Perkantoran?
4.      Bagaimana cara Laporan Keuangan Administrasi Perkantoran?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui dan memahami mengenai administrasi keuangan
2.      Mengetahu Sistem Administrasi Perkantoran.
3.      Mengetahui Laporan Keuangan Administrasi Perkantoran.

BAB II
PEMBAHASAN

1.        Pengertian Administrasi Keuangan
Administrasi Keuangan Adalah kegiatan yang berkenaan dengan pencatatan, penggolongan, pengolahan, penyimpanan, pengarsipan terhadap seluruh kekayaan Negara termasuk di dalamnya hak dan kewajiban yang timbul karenanya baik kekayaan itu berada dalam pengelolaan bank-bank pemerintah, yayasan-yayasan pemerintah, dengan status hokum public ataupun privat, badan-badan usaha Negara dan badan-badan usaha lainnya dimana pemerintah mempunyai kepentingan khusus serta terikat dalam perjanjian dengan penyertaan pemerintah ataupun penunjukkan pemerintah. Administrasi keuangan terdiri dari serangkaian langkah-langkah dimana dana-dana disediakan begi pejabat-pejabat tertentu dibawah prosedur-prosedur yang akan menjamin sah dan berdaya-gunanya pemakaian dana-dana itu. Bagian utama ialah menyusun anggaran belanja, pembukuan, pemeriksaan pembukuan, pembelian dan persediaan.
2.      Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli
Pengertian manajemen keuangan menurut Liefman : Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.

Pengertian manajemen keuangan menurut Erlina, SE. Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund).

Pengertian manajemen keuangan menurut Depdiknas : Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.

Pengertian manajemen keuangan menurut Prawironegoro : Aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.

Pengertian manajemen keuangan menurut Suad Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.

Pengertian manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

Pengertian manajemen keuangan menurut Agus Sartono : Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien.

Pengertian manajemen keuangan menurut JF Bradley : Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana & seleksi yang seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai tujuannya.

Pengertian manajemen keuangan menurut Brigham dan Houston yang diterjemahkan oleh Dodo, H. Dan Herman, W. yaitu “Manajemen keuangan merupakan bidang yang terluas dari tiga bidang keuangan, dan memiliki kesempatan karir yang sangat luas”.



Pengertian manajemen keuangan menurut Grestenberg : how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.

Pengertian manajemen keuangan menurut Sutrisno : Manajemen Keuangan adalah Sebagai semua aktivitas perusahaan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.

Pengertian manajemen keuangan menurut J. L. Massie : Manajemen keuangan adalah kegiatan operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana yang diperlukan untuk sebuah operasi yang efektif dan efisien.

Pengertian manajemen keuangan menurut Weston dan Copeland yang diterjemahkan oleh Jaka, W. dan Kirbrandoko yaitu sebagai berikut: “Manajemen keuangan dapat dirumuskan oleh fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden pada suatu perusahaan”.

Pengertian manajemen keuangan menurut Sonny, S. (2003). Manajemen keuangan adalah aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh.

Pengertian manajemen keuangan menurut Howard & Upton : Manajemen keuangan adalah penerapan fungsi perencanaan & pengendalian fungsi keuangan.



Pengertian manajemen keuangan menurut James Van Horne : Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.

3.    Sistem Administrasi Keuangan.
A.      Pendekatan  Ketatalaksanaan  keuangan.
Dengan  pendekatan  ketetatalaksanaan  keuangan (financial management) maka  pembahasan  administrasi  keuangan  mencakup  fungsi  perencanaan keuangan, ketatalaksanaan  penggunaan  dana, penyediaan  atau penggunaan  dana  yang  diperlukan. Menurut  Robert W Johnson,  fungsi  ketatalaksanaan  adalah  perencanaan keuangan (financial  planning), pengambilan  keputusan  alokasi  dana di antara  berbagai kemungkinan  investasi  pada  aktiva (managing  assets), menarik  dana  dari  luar (raising funds),  dan  penanganan  masalah-masalah  khusus (meeting  special problems).

Hakekat  perencanaan  adalah  analisa, baik  analisa  intern  maupun  ekstern, baik  jangka pendek. Sedang maupun jangka panjang sebagai landasan menyusun serangkaian tindakan pada masa mendatang dalam usaha mencapai tujuan tertentu. Perancangan keuangan mencakup proyeksi terhadap kebutuhan investasi pada masa mendatang ( cash flows) serta proyeksi terhadap kebutuhan investasi pada masa mendatang ( capital budgeting ). Perencanaan atas aliran masuk dan keluar dari kas dan proses pengambilan keputusan terhadap alokasi dana di antara berbagai kemungkinan merupakan dua fungsi ketatalaksanaan keuangan yang erathubungannya. Jika alira keluar dari kas melebihi aliran masuk ke kas sebagaimana yang diperkirakan akan terjadi pada masa mendatang dan saldo kas tidak mencukupi untuk menyerap kekurangan, maka perlu diperoleh atau ditarik dana dari luar melalui berbagai bentuk dan kemungkinan pemilihan dan pinjaman yang ada.

B.   Pendekatan  Keuangan Negara.
Bila  administrasi keuangan  ditinjau  dari  sudut pendekatan  keuangan negara, maka pembahasan  mencakup  keuangan  badan hukum publik, baik keuangan negara  maupun  keuangan  badan hukum publik yang lebih rendah.  Pembahasan  biasanya  lebih  ditekankan pada  segi-segi  yang berkaitan  dengan pengeluaran negara, pendapatan negara, perpajakan, hutang negara  dan  anggaran  negara. C. Goedhart ( terjemahan  Ratmoko, 1973)  cakupan keuangan negara  meliputi  segi  yang  berhubungan dengan  fungsi fiskal, lembaga fiskal, teori tentang barang dan jasa-jasa sosial atau publik, teori tentang  distribusi optimal, politik fiskal, struktur pengeluaran, struktur penerimaan, pengaruh pajak  dan pengeluaran pemerintah pada pola tingkah laku kegiatan ekonomi, kebijaksanaan fiskal dalam  kaitannya dengan alokasi  sumber-sumber. distribusi pendapatan  dan  kekayaan, stabilisasi  ekonomi  serta masalah  kebijaksanaan.

C.   Pendekatan  Administrasi Negara (public administration).
Dari sudut administrasi negara, ada dua  segi yang berkaitan  dengan  administrasi keuangan (Dimock  dan Dimock).
-     Pertama, merupakan bidang keuangan  yang luas, meliputi fungsi  perhitungan dan pemungutan pajak, pemeliharaan dana,  hutang negara dan administrasi hutang negara.
-     Kedua, merupakan bagian dari administrasi negara, sebagaimana  ditinjau melalui sudut pandangan  pimpinan administrasi  dan mereka yang  mempunyai perhatian  terhadap  apa  yang  dilakukannya.
Administrasi keuangan terdiri dari  serangkaian  langkah di mana dana  disediakan  untuk pejabat-pejabat tertentu  menurut prosedur-prosedur  yang  dapat  menjamin  pertanggungjawaban  yang sah  dan  menjamin apa daya guna penggunaan dana tersebut. Bagian utamanya adalah anggaran belanja, pembukuan, pembelian dan persediaan. Anggaran belanja  adalah perkiraan pengeluaran dan penerimaan yang  seimbang  untuk suatu waktu tertentu.
Dibawah wewenang pimpinan administrasi, anggaran belanja  itu merupakan  catatan pelaksanaan pekerjaan  pada  masa lalu, suatu metode pengawasan pada waktu ini  dan proyeksi  melalui rencana-rencana untuk  masa yang akan datang. Daya  yang ada pada pemerintah terutama berasal dari pemungutan pajak, pinjaman-pinjaman serta pendapatan lain yang bukan berasal dari pajak. Administrasi  keuangan menyangkut  lima segi kebijaksanaan  nasional  yang terpisah-pisah (Allen D.Manvel dalam Abdullah,1982: 6) yaitu:
1.        Kebijaksanaan  ekonomi, menyangkut  hubungan antara pengeluaran pemerintah dan semua  pendapatan  lainnya.
2.        Kebijaksanaan utang (bagaimana pemerintah mengadakan  dan membayar kembali  utang-utang.
3.        Kebijaksanaan pendapatan (menentukan besarnya secara relatif dari berbagai sumber  penerimaan serta persoalan  pajak-pajak  yang harus dikenakan).
4.        Kebijaksanaan pengeluaran.
5.         Kebijaksanaan pelaksanaan.

Perumusan kebijaksanaan fiskal  mempertimbangkan pengaruh  dari administrasi keuangan pemerintah  terhadap keseluruhan  pola tingkah laku kehidupan  ekonomi bangsa. Bukan semata-mata penemuan  sumber penerimaan  untuk  memenuhi kebutuhan pengeluaran tetapi juga pada masalah-masalah perpajakan, hubungan pengeluaran pemerintah  pada perekonomian, sehingga bisa dimengerti  peranan dan pengaturan pemerintah  dalam bidang perekonomian nasional. Masalah kebijaksanaan fiskal  demikian penting  dalam rangka  memberikan kerangka-dasar  untuk proses anggaran.
Nilai yang  sangat penting  dan menekan keseluruhan proses anggaran adalah pertanggungjawaban (accountability). Maksud utama dari pertanggungjawaban keuangan  adalah untuk  menjamin  pertanggungjawaban demokratis  kepada rakyat. Aparatur negara  mempunyai dua bentuk  pertanggung jawaban, yaitu  pertanggungjawaban  keuangan  dan pertanggungjawaban  pengambilan keputusan  yang bijak dan jujur dalam bidang  keuangan. Terjaminnya kejujuran  dalam  pemerintahan dapat  dilakukan  dengan  membagi  kekuasaan  diantara berbagai  aparatur negara (otorisator, ordonator, bendaharawan).

D.       Pendekatan  sejarah perkembangan  sistem anggaran.
Ditinjau  dari  sudut sejarah  perkembangan sistem anggaran, maka administrasi keuangan  telah  berkembang  dari Administrasi Keuangan  Tradisional (yang berorientasi pada pengawasan)   yang telah dikembangkan (di Amerika Serikat) sejak tahun 1789  ke arah  Administrasi Keuangan  Hasil Karya (Performance Financial Administration)  pada tahun 1949 (berorientasi pada ketatalaksanaan). Perkembangan selanjutnya terjadi  dari Administrasi Keuangan Hasil Karya ke arah  sistem Administrasi Keuangan Terpadu (Integrated Financial Administration) yang berorientasi pada perencanaan  dan atau tujuan-tujuan yang hendak dicapai.
Robert Anthony  memperkenalkan  tiga proses administrasi  berbeda  yaitu  : perencanaan strategis, pengawasan ketatalaksanaan  dan pengawasan  operasional. Gagasan  ini berpengaruh  pada  tokoh-tokoh  yang  memperkembangkan  SIPPA.
E.     Organisasi  sebagai  sistem  terbuka.
Organisasi  keuangan, yang  ada dalam  batas-batas dan kendala-kendala lingkungan luar, mencakup lima unsur pokok  yang  saling  berhubungan dan pengaruh  mempengaruhi. Infut dari luar – diubah – disajikan kepada lingkungan luar (sebagai sebuah sistem  terbuka).
Organisasi keuangan  terdiri atas 5 unsur :
1.        unsur tujuan dan nilai (diperoleh dari lingkungan sosial budaya).
2.        unsur teknis (spesialisasi pengetahuan, kecakapan, dan ketrampilan  yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi organisasi keuangan.
3.        unsur psikososial (menunjukkan  hubungan sosial vertikal  maupun horisontal – faktor motivasional).
4.        unsur struktural (menunjukkan  cara-cara melakukan spesialisasi dan  koordinasi – struktur organisasi, struktur wewenang, struktur program, struktur perencanaan, prosedur-proedur keuangan  dll).
5.        unsur  yang mencakup keseluruhan unsur  dari  OK  baik  dengan lingkungan khusus  maupun  lingkungan  umum.
Dari sudut pendekatan organisasi  sebagai sistem terbuka dan terpadu, administrasi keuangan hanya merupakan salah satu bagian  saja  dari organisasi keuangan. Sedangkan organisasi keuangan  termasuk sebagai salah satu unsur dalam lingkungan umum yang  mencakup lingkungan budaya, teknologi, pendidikan, politik,fisik, perundang-undangan, demografi, ekonomi  dan lingkungan sosial.
Contoh Laporan Keuangan Kegiatan dan Agenda Acara

RINCIAN ANGGARAN
PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH
DEWAN IMAMAH MAHASISWA (DIM) SIYASAH
NO
BIDANG
JUMLAH
1
Sekretaris
     Rp      96.700
2
Acara
     Rp    900.000
3
Pubdokak
             -
4
Kestari
     Rp 1.312.000        
5
Konsumsi
     Rp 3.365.425
6
Logistik
     Rp    271.750
JUMLAH                                 Rp 5.945.875




LAPORAN KEUANGAN BIDANG
Sekretaris
NO
TANGGAL
JENIS PENGELUARAN
JUMLAH

23 April 2013
Foto Copy Hanout 20 x @1125
22.500
1
22 April 2013
Print Warna @3000
Print Biasa @3000
Map 5 buah @7500
Foto Copy @500
Jilid @2000
16.000

22 April 2013
Print+foto copy
10.000
2
19 April 2013
Foto Copy
  1.000
3
18 April 2013
Foto Copy
  3.000
4
16 April 2013
Print Warna 6 x @500
  3.000
5
16 April 2013
Print Warna
  3.000
6
16 April 2013
Print+foto copy @1500
Amplop @ 17000
18.500
7
16 April 2013
Print+foto copy
19.700
            JUMLAH                                                                             96.700

Sie. Acara
NO
TANGGAL
JENIS PENGELUARAN
JUMLAH
1
22 April 2013
Transfort Pemateri (2 pemateri)
600.000
2
23 April 2013
Transfort Pemateri (1 pemateri)
300.000
 JUMLAH                                                                                          900.000

Sie. Kestari
NO
TANGGAL
JENIS PENGELUARAN
JUMLAH
1
22 April 2013
Stop Map 3 buah
      4.500
2
21 April 2013
Sertifikat+piagam 135 x @1500
  208.500
3
21 April 2013
Plakat 4 x @80000
  320.000
4
16 April 2013
Stempel kayu @25000
Stempel Warna @60000
    85.000
5
16 April 2013
Note Book 170 x @3000
  510.000


PIN 170 x @1000
  170.000


Bensin
    14.000
 JUMLAH                                                                                1.312.000        





Sie. Konsumsi
NO
TANGGAL
JENIS PENGELUARAN
JUMLAH
1
23 April 2013
Aqua gelas 2kardus
26.000
2
23 April 2013
Bensin Permium 2,22 L
10.000

23 April 2013
Snack + aqua 2
18.000

22 April 2013
Snack + tisu
24.000
3
21 April 2013
Aqua 24 x @1200
28.800

21 April 2013
Buah-buahan @51665
Aqua 4 x @1650
58.625
4
18 April 2013
Snack 320 x @5000 (2 kali)
3.200.000
            JUMLAH                                                                               3.365.425

Sie. Logistik
NO
TANGGAL
JENIS PENGELUARAN
JUMLAH
1
23 April 2013
Cleaning Service
  51.000
2
23 April 2013
Baterai Alkaline AA 2 buah
  25.000
4
22 April 2013
Baterai Alkaline 1 buah
  12.500
5
22 April 2013
Baterai Alkaline 1 buah
  10.000
6
18 April
Spanduk (2x3) @90000
Spanduk (3x1.85) @83250
173.250
 JUMLAH                                                                                          271.750

Uang Masuk : DIM SIYASAH  Rp    950.000
                         PD3                      Rp 5.100.000 +
                                                      Rp 6.050.000


BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Administrasi Keuangan  negara yang dimaksud adalah seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun, yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk didalamnya segala bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :
a           berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggung jawaban pejabat lembaga Negara, baik ditingkat pusat maupun di daerah.
b          berada dalam penguasaan, pengurusan, dan pertanggung jawaban Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah, yayasan, badan hukum dan perusahaan yang menyertakan modal negara, atau perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara.

Sesuai dengan amanat Pasal 23C Undang-Undang Dasar 1945, Undang-undang tentang Keuangan Negara perlu menjabarkan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar tersebut ke dalam asas-asas umum yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara, seperti asas tahunan, asas universalitas, asas kesatuan, dan asas spesialitas maupun asas-asas baru sebagai pencerminan best practices (penerapan  kaidah-kaidah  yang  baik) dalam pengelolaan keuangan negara, antara lain :
akuntabilitas berorientasi pada hasil;
profesionalitas;
keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara;
pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri.







2.    KRITIK DAN SARAN.
Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan yang telah dibaca oleh pembaca. Dari itu kami sangat kritik dan saran dari pembaca guna untuk memperbaiki makalah ini dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Harahap, Azwar.     Keuangan Negara Edisi Pertama.     Pekanbaru: UIN SUSKA PRESS.     2007.
Riwu Kaho, Josef.     Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia.     Jakarta: RajaGrafindo Persada.     2005.
LANRI.     Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia.     Jakarta: Toko Gunung Agung.     1999
http://setiawan-nur.blogspot.com/2012/04/makalah-keuangan-negara-penganggaran.html
http://naaniinuu.blogspot.com/2012/03/administrasi-keuangan.html
Widjaja, Haw.     Otonom Daerah dan Daerah Otonom.     Jakarta: RajaGrafindo Persada.     2002.